Tugas Akhir

KEMAMPUAN DEGRADASI DARI ISOLAT BAKTERI LIGNOLITIK ASAL CACING TANAH (Lumbricus rubellus) PADA BERBAGAI SUBSTRAT LIGNIN

Skripsi

Abstrak

Oleh : Jonggi Yudhi Fernando Marbun

Email : nigel_de_jong@yahoo.com

Fakultas / Jurusan : Fakultas Peternakan / Peternakan

ABSTRAK Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan merupakan salah satu kebijakan nasional dalam pengembangan usaha peternakan yang kompetitif dan berkelanjutan. Pemanfaatan limbah sebagai pakan tanpa aplikasi teknologi pengolahan akan menurunkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan. Penurunan produktivitas serta peningkatan resiko pencemaran lingkungan dari usaha peternakan akibat tingginya kandungan lignoselulosa bahan pakan asal limbah pertanian yang mengakibatkan kandungan nutrient tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Bakteri lignolitik merupakan kelompok bakteri yang mampu menghasilkan kompleks enzim lignase. Di alam berbagai sumber komsorsium mikroa lignolitik dapat diperoleh dari saluran pencernaan hewan, lahan pertanian, rayap, maupun cacing tanah. Cacing tanah merupakan binatang yang mampu mendegradasi berbagai bahan organik karena dalam saluran pencernaanya mengandung berbagai konsorsium mikroba sinergis. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan degradasi dari isolat bakteri yang diisolasi dari cacing tanah (Lumbricus rubellus) pada berbagai substrat lignin telah dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 3 bulan. Evaluasi kemampuan degradasi substrat lignolitik didasarkan pada diameter zona bening yang terbentuk pada substrat asam tanat,eceng gondok, dan daun apu. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan degradasi dari isolat bakteri yang diisolasi dari cacing tanah (Lumbricus rubellus) pada berbagai substrat lignin telah dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 3 bulan. Evaluasi kemampuan degradasi substrat lignolitik didasarkan pada diameter zona bening yang terbentuk pada substrat asam tanat,eceng gondok, dan daun apu. Penelitian dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah isolat bakteri lignolitik dengan kode EB1LG, EB2LG, dan EB3LG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada substrat asam tanat, isolat bakteri dengan kode EB3LG mampu menghasilkan diameter zona bening tertinggi (0,8760 cm) yang masing-masing 3,92% dan 6,28% lebih tinggi daripada yang dihasilan isolat EB1LG dan EB2LG, namun secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Pada substrat eceng gondok dan daun apu, hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat dengan kode EB1LG mampu menghasilkan diameter zona bening tertinggi (1,525 cm dan 1,528 cm) yang masing-masing 1,05% dan 0,64% atau 0,15% dan 1,32% lebih tinggi daripada yang dihasilkan oleh isolat bakteri EB2LG dan EB3LG, namun secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ketiga isolat bakteri lignolitik asal cacing tanah mempunyai kemampuan mendegradasi lignin yang berbeda tidak nyata pada ketiga substrat uji yaitu asam tanat, eceng gondok, dan daun apu.

Kata kunci : Kata kunci : Cacing tanah, degradasi substrat, isolat bakteri lignolitik

Download : cover abstrak bab1 bab2