Tugas Akhir

-METABOLIT RUMEN SAPI BALI YANG DIBERIKAN RANSUM TERFERMENTASI DENGAN INOKULAN YANG DIPRODUKSI DARI CAIRAN RUMEN SAPI BALI DAN RAYAP

Skripsi

Abstrak

Oleh : I Made Rahmanta Dioksa

Email : okaruti@yahoo.com

Fakultas / Jurusan : Fakultas Peternakan / Peternakan

METABOLIT RUMEN SAPI BALI YANG DIBERIKAN RANSUM TERFERMENTASI DENGAN INOKULAN YANG DIPRODUKSI DARI CAIRAN RUMEN SAPI BALI DAN RAYAP I Made Rahmanta Dioksa Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana Denpasar E-mail: okaruti@yahoo.com RINGKASAN Optimalisasi fungsi rumen melalui peningkatan proses fermentasi rumen dalam menghasilkan produk metabiolit rumen (VFA, N-NH3 maupun protein mikroba) merupakan salah satu strategi dalam optimalisasi keunggulan sapi bali dalam pemanfaatan pakan berserat kasar tinggi. Produksi inokulan melalui pemanfaatan cairan rumen sapi dan rayap merupakan strategi yang dikembangkan dalam optimalisasi pemanfaatan pakan berserat kasar tinggi seperti limbah pertanian. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum berbasis limbah pertanian terfermentasi inokulan cairan rumen sapi bali dan rayap terhadap metabolit rumen sapi bali. Penelitian dilaksanakan di Stasiun Penelitian Fakultas Peternakan Universitas Udayana Bukit Jimbaran, Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan, yaitu ransum tanpa terfermentasi (RBo), ransum terfermentasi inokulan 20% cairan rumen dan 0,2 % rayap (RBR2T2), ransum terfermentasi inokulan 10% cairan rumen dan 0,3 % rayap (RBR1T3) dan ransum terfermentasi inokulan 20% cairan rumen dan 0,3 % rayap (RBR2T3).Variabel yang diamati meliputi pH cairan rumen,populasi protozoa,kadar N-NH3,VFA total/varsial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanfaatan inokulan yang diproduksi dari limbah cairan rumen sapi dan rayap (BR1T3, BR2T2dan BR2T3) sebagai starter ransum berbasis limbah pertanian mengakibatkan penurunan populasi protozoa rumen dan konsentrasi VFA parsial (Asetat, propionat,butirat), masing masing sebesar 63,33-83,33%; 1,44-33,30%; 31,21-47,33% dan 45,98-56,35% dibandingkan dengan pemberian RB0 (2,64-104cell/ml; 23,45mM; 6,76mM dan 0,33mM) serta meningkatkan konsentrasi N-NH3cairan rumen sapibali sebesar 24,29-31,79%dibandingkan dengan pemberian ransum tanpa fermentasi inokulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemanfaatan inokulan yang diproduksi dari cairan rumen sapi bali dan rayap sebagai starter akan menurunkan populasi protozoa rumen dan konsentrasi VFA parsial serta meningkatkan konsentrasi N-NH3 cairan rumen sapi bali.

Kata kunci : cairan rumen,inokulan, metabolit rumen, rayap dan sapibali

Download : cover abstrak bab1 bab2