Tugas Akhir

PENGARUH PEMBERIAN ISOLAT BAKTERI SELULOLITIK RUMEN KERBAU SEBAGAI SUMBER PROBIOTIK MELALUI AIR MINUM TERHADAP PENAMPILAN ITIK BALI

Skripsi

Abstrak

Oleh : I Putu Diki Andika

Email : -

Fakultas / Jurusan : Fakultas Peternakan / S1 Peternakan

Ransum unggas hampir 90% menggunakan pakan nabati (limbah agroiindustri) dan 40-50% komponen dinding sel tanaman tersebut tersusun dari selulosa yang sangat sulit/tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan ternak itik, yang disebabkan karena ternak unggas umumnya tidak mempunyai enzim selulase (enzim pendegradasi serat). pemanfaatan jasa bakteri selulolitik yang berasal dari cairan rumen kerbau sebagai sumber probiotik pada itik. Hal ini dimungkinkan karena mikroba cairan rumen kerbau ternyata mempunyai aktivitas selulolitik yang paling tinggi dibandingkan dengan mikroba selulolitik ternak lainnya, seperti rayap, feses gajah, dan sapi (Prabowo et al., 2007). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian probiotik bakteri selulolitik isolat rumen kerbau melalui air minum terhadap penampilan itik bali. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam kali ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah: air minum tanpa kultur bakteri selulolitik sebagai kontrol (A); air minum dengan 0,20% kultur bakteri selulolitik (B); dan air minum dengan 0,40 % kultur bakteri selulolitik (C). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi ransum, konsumsi air minum, pertambahan berat badan, berat badan akhir dan feed convertion ratio (FCR). Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumsi ransum dan air minum pada perlakuan B dan C lebih rendah dibandingkan kontrol (A), namun pada perlakuan C lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan B namun tidak berbeda nyata (P>0,05). Pertambahan berat badan dan berat badan akhir itik yang diberi perlakuan B dan C nyata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan A, begitu pula pada perlakuan C nyata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan B. FCR pada itik pada perlakuan B dan C nyata lebih rendah dibandingkan kontrol (A), begitu pula dengan perlakuan C nyata lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan B. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian isolat bakteri selulolitik rumen kerbau sebagai sumber probiotik melalui air minum pada level 0,20% dan 0,40% dapat meningkatkan penampilan itik bali.

Kata kunci : -

Download : File 1 File 2 File 3